afagia
aphagia
Ringkasan Singkat
Ketidakmampuan untuk menelan atau makan, sering kali disebabkan oleh kerusakan otak atau gangguan saraf.
Afagia merujuk pada ketidakmampuan total untuk menelan atau makan. Kondisi ini sering kali merupakan hasil dari kerusakan pada hipotalamus lateral di otak, yang berperan dalam mengatur rasa lapar, atau karena kelumpuhan otot-otot yang terlibat dalam proses menelan.
Dalam eksperimen neuropsikologi, afagia sering dipelajari pada hewan laboratorium untuk memahami mekanisme otak yang mengontrol perilaku makan. Pada manusia, kondisi ini memerlukan intervensi medis segera, seperti penggunaan selang makanan, karena dapat menyebabkan malnutrisi parah dan kematian dalam waktu singkat jika tidak ditangani.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- APA Dictionary of Psychology.
- Carlson, N. R. (2013). Physiology of Behavior.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.